Tanaman Buah Sekaligus Tanaman Hias

Tanaman hias banyak kita jumpai di halaman-halaman rumah. Tanaman hias ini terdiri dari berbagai jenis bunga dan tanaman unik lainnya. Tanaman hias banyak digunakan untuk mempercantik halaman. Halaman akan tampak sangat cantik ketika tanaman hias seperti mawar, melati, anggrek dan tanaman bunga lainnya sedang berbunga. Apalagi apabila berbunganya bersama-sama, halaman akan terlihat berwarna warni.

Tanaman buah sekarang ini juga ada yang digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini lebih multi fungsi. Selain buahnya dapat diambil pohonnya juga dapat dinikmati. Contoh dari tanaman buah sekaligus tanaman obat ini adalah tanaman tomat, anggur, dan buah naga. Tanaman tomat memiliki daun yang cantik dan ukurannya tidak terlalu besar. Sedangkan tanaman anggur merupakan tanaman merambat yang dapat kita bentuk dengan memberinya rambatan. Tanaman buah naga sendiri memiliki bentuk yang sangat unik hampir seperti kaktus karena tidak memiliki daun. Continue reading

Beberapa Hama Gasteria

Gasteria merupakan tanaman sekulen asli dari Afrika Selatan. Tanaman ini sering dijadikan sebagai tanaman hias, baik untuk di dalam rumah maupun di luar rumah. Ia harus ditanam di tanah yang kering dan berpasir. Sebagian dari jenis tanaman ini harus dilindungi dari sinar matahari langsung atau kondisi ekstrim lainnya. Mulsa kerikil anorganik dapat ditempatkan di sekitar tanaman hias ini, untuk mencegah tumbuhnya gulma.

Hama tanaman yang menyerang Gasteri cukup sedikit. Terkadang ulat atau belalang menyerang bagian daun tanaman. Dalam keadaan lembab sering juga ditemui hama yang menyerang akar dan batang, terutama saat pembibitan, seperti aphids (kutu daun), spider mites (tungau), bekicot dan semut. Secara langsung semut memang tidak membawa dampak yang buruk terhadap gasteria.

Akan tetapi secara tidak langsung semut membawa mangsanya yaitu kutu daun (aphid) yang mana merupakan hama gasteria, sehingga membuat tanaman ini menjadi busuk. Ukuran spider mites sangatlah kecil, Anda akan memerlukan kaca pembesar untuk dapat melihatnya. Tanda-tanda awal dari kehadiran hama ini adalah dengan munculnya bintik-bintik coklat, karena epidermis tanaman telah dirusak.

Jika Anda menaruh tanaman di luar rumah, bekicot mungkin saja bisa menjadi hama berbahaya bagi tanaman ini. Bekicot dapat merayap disekitar sisi pot bunga, bahkan hewan molusca ini juga mampu menangani kaktus berduri. Sciarid fly adalah lalt hitam kecil yang biasanya bertelur di dalam tanah yang lembab. Larva dari lalat ini akan mengambil zat makanan akar, sehingga akan membuat bibit menjadi mati. Karenanya pastikan Anda tidak menyiramkan air terlalu banyak pada tanaman. Selain serangga, hama gasteria lainnya adalah jamur atau bakteri, yang dapat membuat daun menjadi busuk.

Berikut beberapa tindakan pencegahan terhadap hama dan penyakit pada gasteria:

  1. Karantina. Jika Anda baru saja membeli tanaman ini, pisahkan tanaman tersebut dari tanaman lainnya selama beberapa minggu. Hal ini bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat hama Root mealy bugs, sehingga tidak menyebar ke tanaman lainnya. Untuk mencegah hama tersebut berkembang, gunakanlah kompos yang “disterilkan” untuk membunuh serangga dan larva beserta telur-terlurnya.
  2. Inspeksi. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi tanaman Anda, misalnya ketika meyiram tanaman. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit, sehingga bisa langsung diobati. Jangan anggap semut-semut halus yang ada di tanaman Anda, karena semut secara tidak langsung juga dapat membuat daun gasteria menjadi busuk.
  3. Kebersihan. Pastikan Anda selalu membuang daun-daun yang sudah layu atau membusuk sesegera mungkin. Daun yang busuk biasanya menajadi tempat persembunyian yang ideal untuk hama serta jamur untuk memproduksi spora mereka. Jika daun-daun bagian bawah telah berwarna kekuningan karena terserang penyakit, Anda harus membuang bagian daun tersebut agar tidak menyebar ke daun lainnya. Daun juga haus dijaga agar tidak sampai tertimbun tanah, karena akan menyebabkan pembusukkan akibat jamur atau cendawan. Penyemprotan pestisida hanya boleh dilakukan bila serangan hama dan penyakit cukup mengganggu.

Sanseviera Makin Terkenal

Sanseviera didatangkan ke indonesia sudah lama. Bagi pecinta tanaman hias, tumbuhan berdaun unik ini tergolong sebagai tanaman hias klasik. Bisnis sanseviera mengalami pasang surut dalam perjalanannya hingga kini. Pasang surut bisnis tanaman hias ini tergantung pada selera pasar. Selera pasar yang berubah-ubah ini memaksa para pemulia melakukan inovasi. Pemulia tanaman terus-menerus memperkenalkan varietas baru ke pasar. Tidak heran pada saat ini bertebaran variasi bentuk dan warna daunnya.

Morfologi tumbuhan berdaun unik ini mudah dikenali dari daunnya yang menjulur panjang seperti lidah. Para pecinta tanaman hias sering menyebut sebagai lidah mertua. Mungkin mereka terinspirasi pada mertua mereka yang sering mengomel. Daun lidah mertua yang klasik berwarna hijau. Tetapi sekarang ini para pemulia memperkenalkan berbagai macam warna daun. Warna daun yang diperkenalkan pemulia antara lain warna kuning di bagian tepi daun dan warna putih sebagian. Bentuk daun yang diperkenalkan para pemulia antara lain bentuk tombak, bentuk roset dan kipas.

Pecinta tanaman hias mengenal lidah mertua tidak hanya dari variasi bentuk dan warna daunnya saja. Dari publikasi jurnal penelitian, sanseviera diketahui oleh para peneliti sebagai pembersih udara. Daunnya mampu menyerap asap rokok dan gas polutan. Publikasi ini membuat gembira para pecinta tanaman hias ini. Mereka merasakan manfaat berganda pelihara lidah mertua. Publik yang awampun mengetahui manfaat tanaman ini.

Para pemilik hotel, kantor-kantor, dinas pertamanan pemerintah melirik tanaman berdaun unik dan indah ini sebagai pengisi ruangan dan pengisi elemen taman. Mereka menempatkan lidah mertua di sudut-sudut ruangan. Mereka memajang lidah mertua untuk dinikmati keindahannya sekaligus berfungsi sebagai pereduksi gas polutan. Dinas pertamanan pemerintah memanfaatkan tanaman pembersih udara ini sebagai pengisi elemen taman di sepanjang jalur hijau. Mereka mengharapkan gas buangan dari kendaraan bermotor terserap oleh lidah mertua.

Masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bibit sanseviera di nurseri-nurseri. Sentra-sentra tanaman hias menyediakan bibit sanseviera dalam jumlah besar. Mereka menjual bibit sanseviera dengan murah. Nurseri-nurseri menjualnya dengan kisaran harga Rp 5.000,00 sampai Rp 10.000,00 per pot.