Hama dan Penyakit Sanseviera

Masalah yang menakutkan bagi para penggemar sanseviera adalah hama penyakit. Kedatangan hama penyakit sering tak terduga. Tiba-tiba daun lidah mertua didapati hobiis sudah sobek terkena gerekan serangga dan gigitan bekicot. Makhluk ini beraktifitas pada waktu malam hari. Kalau keadaannya sudah begitu, keindahannya tak tampak lagi. Yang lebih menjengkelkan lagi, para hobiis menemukan daun lidah mertua dalam keadaan lemas dan lunak. Ketika perakarannya dicabut, telah rusak dan busuk.

Hama merupakan organisme pengganggu yang menyerang tanaman pokok. Organisme pengganggu ini mudah terlihat dengan mata telanjang. Contoh dari hama ini yakni serangga dan bekicot. Sedangkan istilah penyakit ditujukan pada organisme pengganggu yang mikroskopis. Organisme ini dapat dilihat hanya dengan bantuan alat. Semua organisme yang mengganggu tanaman pokok disebut hama penyakit.

Penanggulangan hama tanaman lebih mudah dibandingkan penyakit. Sanseviera yang terserang hama tanaman dapat dibasmi dengan tiga metode. Metode yang pertama dengan mekanis atau manual, yang kedua dengan biologis dan terakhir dengan kimiawi. Tiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan. Tergantung skala penanaman lidah mertua, setiap metode memiliki tingkat keefektifan tertentu. Misal, jumlah tanaman pereduksi gas polutan yang dimiliki hanya lima pot, metode mekanis lebih efektif dibandingkan cara lain. Jika jumlah tanaman yang dimiliki pekebun sampai ribuan, tentu saja cara kimiawi lebih efektif. Cara biologis efektif digunakan untuk mengurangi dampak negatif cara kimiawi.

Penyakit yang menyerang sanseviera biasanya bersifat sporadis. Sulit mengatasinya. Dampak kerusakannya relatif singkat dan massal. Organisme penyebab penyakit berasal dari jenis jamur, bakteri dan virus. Organisme ini biasanya bekerja sama dengan organisme lain (disebut vektor atau agen pembawa). Oleh karena itu, hobiis dapat memutus mata rantai ini dengan memusnahkan agen pembawa atau vektornya.

Sanseviera yang sudah terlanjur sakit di karantina, kemudian dimusnahkan. Untuk usaha pencegahan tanaman tidak sakit, sebelum pekebun menanam bibit sanseviera perlu pemberian fungisida atau bakterisida. Bibit tanaman pembersih udara ini dicelupkan ke dalam larutan fungisida atau bakterisida.

Cara terbaik bagi penggemar sanseviera menghindari hama penyakit yaitu selalu menjaga kondisi tanamannya tumbuh sehat. Penggunaan media tanam yang sesuai dan steril. Pemberian pupuk yang tepat. Penyemprotan rutin pestisida untuk membasmi hama. Kebutuhan cahaya matahari yang cukup.

Hama Dan Penyakit Tanaman Buah Naga

Buah naga memang sedang marak saat ini. Selain memiliki banyak kegunaan, buah naga juga enak dan sering digunakan untuk pelengkap berbagai macam minuman dan makanan. Buah naga sebenarnya tergolong tumbuhan yang kuat dan mudah perawatannya. Namun tetap saja hama dan penyakit bisa menyerang tanaman buah naga ini.

Beberapa hama tanaman buah naga adalah berbagai macam kutu. Kutu putih atau Mealy Bug misalnya yang menyebabkan bagian batang akan berwarna hitam dan tampak kotor. Kutu putih ini berbentuk seperti tepung putih. Ada pula kutu batok (Aspidiotus spesies)yang menyerang cabang batang tanaman sehingga menjadi berwarna kuning. Hama ini menghisap cairan pada batang sehingga jika tidak segera dibasmi akan menyebabkan buah naga kekurangan cairan dan tidak tumbuh dengan optimal. Selain itu, ada pula kutu sisik (Pseudococus sp.) yang juga menyerang batang yang tertutup dari sinar matahari. Kutu sisik berbentuk bintik-bintik kecil berwarna coklat dan putih serta membuat batang menjadi kusam. Ketiga macam kutu ini dapat dibasmi dengan cara yang sama yakni menyemprotkan insektisida Kanon satu minggu satu kali sampai hama tanaman hilang, biasanya butuh dua sampai tiga kali penyemprotan.

Selain hama berbentuk kutu, ada pula hama tungau dan hewan pengganggu seperti semut dan bekicot. Hama tungau (Tetranychus sp.) merupakan binatang kecil bertungkai delapan mirip caplak yang menyerang bagian batang dan merusak proses asimilasi buah naga. Tungau dapat dibasmi dengan menyemprotkan obat omite dua minggu sekali. Sedangkan bekicot memakan batang buah naga sehingga batang dan cabangnya menjadi rusak dan busuk. Bekicot dapat dicegah dan diatasi dengan menjaga kebersihan kebun. Semut juga merupakan hama tanaman bagi buah naga. Semut dapat mengakibatkan kulit buah naga menjadi bintik-bintik yang tentunya akan menurunkan harga jualnya. Cara mengusir semut adalah dengan menyemprotkan obat Gusadrin.

Selain hama tanaman, hama penyakit juga seringkali menyerang buah naga. Penyakit yang disebabkan oleh organisme fusarium menyerang cabang batang sehingga menjadi layu dan kelamaan menjadi busuk. Selain itu, ada pula penyakit pembusukan yang disebabkan oleh bakteri yang mana membuat buah naga menjadi layu. Gejala yang terlihat jelas adalah adanya lender berwarna putih kuning pada bagian tanaman yang busuk. Untuk mengatasi penyakit ini, bagian yang sakit harus terlebih dulu dicabut dan dibuang lalu diberi obat. Satu lagi, hama penyakit berupa jamur yang menyerang buah naga sehingga berpenyakit di bagian pangkal batangnya. Jamur ini biasanya muncul saat pembibitan awal dimana gejalanya terjadi pembusukan di pangkal batang dan muncul bulu putih. Untuk mengobatinya, bisa menggunakan fungisida.