Menanam Lengkeng

Siapa sih yang tidak kenal buah lengkeng? Ini adalah saalah satu buah berukuran kecil yang mempunyai rasa khas. Ukurannya tidak jauh beda dengan buah leci, namun memiliki kulit yang lebih halus dan berwarna cokelat. Buah ini berasal dari daratan Asia Tenggara dan mempunyai nama latin yang agak seram, yaitu Dimocarpus Longan. Tren budidaya lengkeng ini dimulai sejak tahun 2004. Sebelum tahun itu banyak yang menyangka lengkeng hanya bisa hidup di daerah dataran tinggi berudara sejuk. Namun anggapan itu hilang setelah buah yang satu diperkenalkan oleh salah satu majalah flora nasional.

Nah, apa saja yang diperhatikan petani untuk budidaya lengkeng?
Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja adalah pemilihan bibit. Bibit juga tidak sembarang bibit karena lengkeng mempunyai beberapa variasi jenis. Ada tiga jenis umum lengkeng yang popular di Indonesia, yaitu jenis Diamond River, Pingpong, dan Itoh. Diamond River dan Pingpong merupakan jenis asli dataran rendah sehingga relative lebih cepat berbuah jika ditanam di Indonesia. Berbeda halnya dengan jenis Itoh yang asli dari daerah salah satu subtropis di Cina. Namun kedua jenis asli dataran rendah itu memiliki kualitas yang rendah walaupun bisa berbuah sepanjang tahun. Berbeda dengan jenis Itoh yang memang agak sulit berbuah jika ditanam di Indonesia namun memiliki daging buahnya kering, tebal, manis dan renyah.

Pemilihan bibit tentu tergantung pada pertimbangan pribadi. Jika sudah memilih bibit, maka Anda bisa mengatur jarak penanamannya. Jarak antar pohon setidaknya 5-6 meter, namun akan lebih bagus jika sampai 8 atau 10 meter agar kualitas sinar matahari dan kerenggangan udara yang didapat masing-masing pohon itu maksimal. Lubang untuk menanam bisa sedalam 60 sampai 80 centimeter. Setelah ditanam, pohon setidaknya disiram dua kali sehari agar tidak kekurangan air. Jika pohon sudah tumbuh, Anda bisa membuatkan penyangga bagi pohon-pohon yang rindang agar tidak patah. Jangan lupakan pupuknya, karena pohon ini membutuhkan unsur hara yang lebih banyak untuk tumbuh. Pupuk yang dipakai bisa berupa pupuk kandang.

Perawatannya juga tidak susah, asalkan diberikan air secara teratur dan penyiangan terhadap ranting yang tidak produktif, maka lengkeng akan bisa tumbuh dengan baik. Sementara kendala dalam budidaya ini terletak pada hama penggerek batang namun bisa dihindari dengan menebarkan arbofuran dan fipronil. Namun jika sudah terlanjur terkena, pohon itu harus dirobohkan karena tidak bisa dipulihkan.