Budidaya Rosela

Salah satu tanaman yang saat ini digemari masyarakat adalah bunga rosela, hal ini dikarenakan bunga rosela memiliki khasiat medis. Selain itu cara budidaya rosela yang relatif mudah dan banyak cara untuk mengolah tanaman ini menjadi hidangan atau minuman yang sehat dan menyegarkan seperti membuat teh rosela.

Dalam budidaya rosela media tanam yang perlu disiapkan adalah lahan terbuka serta polybag. Polybag berguna sebagai media tanam persiapan benih bunga rosela sebelum dipindahkan ke lahan yang terbuka. Sedangkan lahan itu sendiri berguna untuk media tanam akhir sampai bunga tersebut siap dipanen.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam budidaya rosela adalah mempersiapkan lahan penanaman bunga rosela. Kemudian pembenihan bunga rosela, ada dua cara untuk pembenihan tanaman ini yaitu dengan stek atau dengan menggunakan bijinya. Jika menggunakan bijinya, biji tersebut harus direndam terlebuh dahulu sebelum akhirnya ditanam. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah proses penanaman. Penanaman dilakukan di lahan terbuka terlebih dahulu, setelah sekitar satu minggu kemudian dipindahkan ke polybag. Selanjutnya sekitar dua minggu, bunga rosela dapat dipindahkan di lahan terbuka yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam tertentu. Dan langkah yang terakhir adalah perawatan bunga rosela.

Seperti halnya budidaya rosela, perawatan rosela tidak terlalu sulit hanya perlu ketekunan, Perawatan rosela yang perlu dilakukan adalah penyiraman serta pemberian pupuk yang cukup, yang perlu diingat penyiraman bunga rosela jangan sampai mengenang sebab tanaman ini bisa busuk. Namun memang dalam perawatan rosela ada kendala-kendala yang timbul, yaitu adanya hama dan tumbuhan ilalang yang mengganggu proses pertumbuhan bunga rosela. Hama yang biasa menyerang adalah belalang, kutu putih, ulat, nematode. Hama ini sering menyerang bagian akar dan batang. Hama-hama tersebut harus segera diatasi sebab bisa mengurangi kualitas bunga rosela itu sendiri.

Salah satu cara mengolah bunga rosela ini yang saat ini banyak digemari adalah dengan membuat teh rosela, sebab membuat teh rosela sangat praktis tidak terlalu membutuhkan banyak bahan dan tenaga. Dalam membuat teh rosela hanya perlu segelas air panas, gula dan tentunya bunga rosela yang sudah kering, tak lebih dari sepuluh menit teh rosela pun siap dinikmati

Beberapa Hama Gasteria

Gasteria merupakan tanaman sekulen asli dari Afrika Selatan. Tanaman ini sering dijadikan sebagai tanaman hias, baik untuk di dalam rumah maupun di luar rumah. Ia harus ditanam di tanah yang kering dan berpasir. Sebagian dari jenis tanaman ini harus dilindungi dari sinar matahari langsung atau kondisi ekstrim lainnya. Mulsa kerikil anorganik dapat ditempatkan di sekitar tanaman hias ini, untuk mencegah tumbuhnya gulma.

Hama tanaman yang menyerang Gasteri cukup sedikit. Terkadang ulat atau belalang menyerang bagian daun tanaman. Dalam keadaan lembab sering juga ditemui hama yang menyerang akar dan batang, terutama saat pembibitan, seperti aphids (kutu daun), spider mites (tungau), bekicot dan semut. Secara langsung semut memang tidak membawa dampak yang buruk terhadap gasteria.

Akan tetapi secara tidak langsung semut membawa mangsanya yaitu kutu daun (aphid) yang mana merupakan hama gasteria, sehingga membuat tanaman ini menjadi busuk. Ukuran spider mites sangatlah kecil, Anda akan memerlukan kaca pembesar untuk dapat melihatnya. Tanda-tanda awal dari kehadiran hama ini adalah dengan munculnya bintik-bintik coklat, karena epidermis tanaman telah dirusak.

Jika Anda menaruh tanaman di luar rumah, bekicot mungkin saja bisa menjadi hama berbahaya bagi tanaman ini. Bekicot dapat merayap disekitar sisi pot bunga, bahkan hewan molusca ini juga mampu menangani kaktus berduri. Sciarid fly adalah lalt hitam kecil yang biasanya bertelur di dalam tanah yang lembab. Larva dari lalat ini akan mengambil zat makanan akar, sehingga akan membuat bibit menjadi mati. Karenanya pastikan Anda tidak menyiramkan air terlalu banyak pada tanaman. Selain serangga, hama gasteria lainnya adalah jamur atau bakteri, yang dapat membuat daun menjadi busuk.

Berikut beberapa tindakan pencegahan terhadap hama dan penyakit pada gasteria:

  1. Karantina. Jika Anda baru saja membeli tanaman ini, pisahkan tanaman tersebut dari tanaman lainnya selama beberapa minggu. Hal ini bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat hama Root mealy bugs, sehingga tidak menyebar ke tanaman lainnya. Untuk mencegah hama tersebut berkembang, gunakanlah kompos yang “disterilkan” untuk membunuh serangga dan larva beserta telur-terlurnya.
  2. Inspeksi. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi tanaman Anda, misalnya ketika meyiram tanaman. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit, sehingga bisa langsung diobati. Jangan anggap semut-semut halus yang ada di tanaman Anda, karena semut secara tidak langsung juga dapat membuat daun gasteria menjadi busuk.
  3. Kebersihan. Pastikan Anda selalu membuang daun-daun yang sudah layu atau membusuk sesegera mungkin. Daun yang busuk biasanya menajadi tempat persembunyian yang ideal untuk hama serta jamur untuk memproduksi spora mereka. Jika daun-daun bagian bawah telah berwarna kekuningan karena terserang penyakit, Anda harus membuang bagian daun tersebut agar tidak menyebar ke daun lainnya. Daun juga haus dijaga agar tidak sampai tertimbun tanah, karena akan menyebabkan pembusukkan akibat jamur atau cendawan. Penyemprotan pestisida hanya boleh dilakukan bila serangan hama dan penyakit cukup mengganggu.

Bisakah Baobab Dikembangkan di Indonesia

Keberadaan Pohon baobab (Adansonia sp) di Indonesia didatangkan orang belanda sebagai tanaman hias. Pohon introduksi ini berasal dari benua hitam (Afrika). Perawakan pohon baobab besar ‘meraksasa’. Tinggi pohonnya dapat mencapai 30 meter. Sepintas pohonnya menyerupai randu alas. Lingkar batangnya dapat mencapai lima pelukan orang dewasa. Bentuk buah baobab menyerupai buah mahoni. Isi buahnya dapat dimakan. Kayunya memiliki tingkat kekerasan yang rendah.

Baobab indonesia ditanam juga oleh orang arab. Beberapa pohon baobab dapat ditemukan di sepanjang jalan pantura. Baobab indonesia dapat tumbuh dimana saja. Pohon yang ditanam di dataran rendah mampu berbuah, sedangkan yang berada di dataran tinggi sulit berbuah.

Pohon baobab memperbanyak diri dengan biji. Perbanyakan yang lain dilakukan dengan cara stek batang. Sifat perakarannya memiliki kemiripan dengan adenium. Batang baobab mampu menyimpan air dalam jumlah banyak. Pada musim kemarau daunnya tetap terlihat hijau.

Masyarakat belum banyak mengetahui manfaat pohon baobab. Masyarakat memandang pohon ini kerapkali menjadi masalah. Pohonnya terlalu banyak memakan ruang tumbuh. Masyarakat belum berminat untuk mengembangkan pohon baobab. Sentra-sentra tanaman hias belum menyediakan bibit baobab. Dinas pertanian, perkebunan, dan kehutanan juga belum memperkenalkan bibit baobab pada masyarakat.

Tidak tersedianya bibit baobab menyulitkan usaha pengembangannya di indonesia. Pengembangan baobab memerlukan pendidikan dan informasi yang lebih pada masyarakat. Saat ini hanya mereka yang menyukai rasa keagungan, kebesaran, dan kekuasaan yang berminat menanam pohon baobab. Mereka-mereka adalah kebun koleksi, instansi pemerintah dan universitas.

Makin Fanatik dengan Sarang Burung Asplenium

Indonesia memiliki biodiversity yang tinggi. Biodiversity yang tinggi ini ditempati pada hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki sifat kelembaban tinggi, basah dan gelap. Habitat seperti ini disukai oleh jenis paku-pakuan. Ratusan jenis paku-pakuan telah diidentifikasi oleh para peneliti. Di antara ratusan jenis itu beberapa diantaranya telah diketahui oleh hobiis tanaman layak sebagai tanaman hias.

Paku-pakuan yang termasuk genus asplenium salah satu yang dilirik oleh para pecinta tanaman hias. Bentuk paku-pakuan dari genus ini memiliki kemiripan dengan sarang burung. Karena kemiripannya, para pecinta tanaman hias menyebutnya sebagai paku sarang burung. Paku sarang burung memperbanyak diri dengan spora. Spora-spora ini terletak di bagian bawah daun dan berwarna coklat. Hidup asplenium bersifat epifit. Artinya dalam hidupnya hanya menempel pada tanaman inang. Paku sarang burung mengambil nutrisi dari bahan-bahan organik yang membusuk dan menempel pada tanaman inang.

Jenis asplenium yang sering dipelihara oleh masyarakat yaitu Asplenium nidus. Tetapi para pecinta tanaman hias yang fanatik merasa kurang puas dengan jenis ini. Saat ini para pemulia sedang mengembangkan paku sarang burung yang unik dan langka. Dengan perlakuan mutasi, anakan yang terjadi dapat menghasilkan jenis variegata dan cristata. Persilangan antar jenis dapat menghasilkan hibrida baru. Hasil perlakuan mutasi bersifat temporer. Jika orang tak pandai memelihara paku sarang burung ini, sifatnya mudah berubah. Tanaman yang terjadi dari hasil mutasi cenderung akan kembali lagi pada sifatnya yang asli. Hasil persilangan bersifat permanen. Hibrida ini yang diharapkan oleh penggemar paku-pakuan.

Perawatan asplenium boleh dikatakan mudah. Tanaman ini membutuhkan tempat yang lembab, basah dan ternaungi. Dalam perawatan asplenium sebaiknya menghindari terpaan langsung sinar matahari. Daun yang terkena terpaan sinar matahari langsung akan terlihat terbakar. Daun akan berwarna kuning hingga akhirnya coklat dan mati. Pemberian bahan organik diperlukan untuk menambah nutrisi. Bahan-bahan organik seperti seresah daun, sabut kelapa dan merang dapat dipakai oleh para hobiis dalam perawatan asplenium.