Kurma Phoenix Dactylifera Bisa Dikembangkan Di Bandung

Pohon kurma adalah tanaman khas gurun pasir yang sangat kokoh dan memiliki daun yang indah. Pohon kurma yang bernama latin Phoenix Dactylifera, merupakan salah satu dari rumpun phoenix (keluarga palmae). Sebagian besar rumpun phoenix hanya digunakan sebagai tanaman hias saja, namun hanya pohon kurma (phoenix dactylifera ) saja yang dibudidayakan karena buah kurma memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Selain itu, buah kurma juga memiliki kandungan gizi yang nyaris lengkap dengan kadar seimbang yang bermanfaat bagi tubuh. Manfaat kurma sangat besar, karena buah kurma mengandung zat–zat penting bagi tubuh kita, diantaranya glukosa, fruktosa, kalsium, mineral, zat besi, niasin, vitamin dan berbagai zat penting lainnya. Continue reading

Sawo Ciku Jumbo

Buah sawo adalah sejenis buah yang bulat, jika buah sawo matang warnanya tetap coklat, namun daging buah sawo lebih lunak. Buah sawo matang mengandung air dalam kadar yang tinggi dengan rasa yang manis dan segar. Sawo yang berwarna coklat adalah sawo yang biasa dan banyak ditemukan. Ternyata selain sawo biasa juga ada jenis sawo yang bernama ciku jumbo.

Sawo ciku jumbo dapat tumbuh di semua wilayah Indonesia. Sawo ini memiliki pohon yang tidak jauh berbeda dengan sawo biasa. Namun daunnya berwarna hijau keemasan. Buah sawo ciku jumbo yang muda berbentuk bulat bola, bukan lonjong seperti sawo biasa. Di waktu masih muda, buah sawo ciku jumbo berwarna hijau. Ketika buah sawo matang, warnanya akan berubah menjadi ungu. Continue reading

Bisakah Pir Dibudidayakan Di Indonesia?

Buah pir memiliki tipe buah pome, dengan bentuk buah bulat melonjong. Buah pir rasanya manis, namun ada pula yang memilki rasa yang masir. Buah pir memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

Budidaya pir banyak dilakukan di daerah yang beriklim sedang. Di Indonesia sendiri budidaya pir belum banyak dilakukan. Hal tersebut dikarenakan iklim tropis dan suhu udara di Indonesia yang relatif tinggi, tidak mendukung bagi perkembangan dan pertumbuhan bibit pir.

Sebenarnya ujicoba budidaya pir pernah dilakukan di daerah Bogor. Suhu udara Bogor yang rendah, diharapkan dapat menunjang tumbuh kembang bibit pir. Para peneliti mengambil sampel bibit pir yang berasal dari Jepang. Budidaya pir mulai dilakukan pada awal bulan Desember. Continue reading

Beberapa Hama Gasteria

Gasteria merupakan tanaman sekulen asli dari Afrika Selatan. Tanaman ini sering dijadikan sebagai tanaman hias, baik untuk di dalam rumah maupun di luar rumah. Ia harus ditanam di tanah yang kering dan berpasir. Sebagian dari jenis tanaman ini harus dilindungi dari sinar matahari langsung atau kondisi ekstrim lainnya. Mulsa kerikil anorganik dapat ditempatkan di sekitar tanaman hias ini, untuk mencegah tumbuhnya gulma.

Hama tanaman yang menyerang Gasteri cukup sedikit. Terkadang ulat atau belalang menyerang bagian daun tanaman. Dalam keadaan lembab sering juga ditemui hama yang menyerang akar dan batang, terutama saat pembibitan, seperti aphids (kutu daun), spider mites (tungau), bekicot dan semut. Secara langsung semut memang tidak membawa dampak yang buruk terhadap gasteria.

Akan tetapi secara tidak langsung semut membawa mangsanya yaitu kutu daun (aphid) yang mana merupakan hama gasteria, sehingga membuat tanaman ini menjadi busuk. Ukuran spider mites sangatlah kecil, Anda akan memerlukan kaca pembesar untuk dapat melihatnya. Tanda-tanda awal dari kehadiran hama ini adalah dengan munculnya bintik-bintik coklat, karena epidermis tanaman telah dirusak.

Jika Anda menaruh tanaman di luar rumah, bekicot mungkin saja bisa menjadi hama berbahaya bagi tanaman ini. Bekicot dapat merayap disekitar sisi pot bunga, bahkan hewan molusca ini juga mampu menangani kaktus berduri. Sciarid fly adalah lalt hitam kecil yang biasanya bertelur di dalam tanah yang lembab. Larva dari lalat ini akan mengambil zat makanan akar, sehingga akan membuat bibit menjadi mati. Karenanya pastikan Anda tidak menyiramkan air terlalu banyak pada tanaman. Selain serangga, hama gasteria lainnya adalah jamur atau bakteri, yang dapat membuat daun menjadi busuk.

Berikut beberapa tindakan pencegahan terhadap hama dan penyakit pada gasteria:

  1. Karantina. Jika Anda baru saja membeli tanaman ini, pisahkan tanaman tersebut dari tanaman lainnya selama beberapa minggu. Hal ini bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat hama Root mealy bugs, sehingga tidak menyebar ke tanaman lainnya. Untuk mencegah hama tersebut berkembang, gunakanlah kompos yang “disterilkan” untuk membunuh serangga dan larva beserta telur-terlurnya.
  2. Inspeksi. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi tanaman Anda, misalnya ketika meyiram tanaman. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit, sehingga bisa langsung diobati. Jangan anggap semut-semut halus yang ada di tanaman Anda, karena semut secara tidak langsung juga dapat membuat daun gasteria menjadi busuk.
  3. Kebersihan. Pastikan Anda selalu membuang daun-daun yang sudah layu atau membusuk sesegera mungkin. Daun yang busuk biasanya menajadi tempat persembunyian yang ideal untuk hama serta jamur untuk memproduksi spora mereka. Jika daun-daun bagian bawah telah berwarna kekuningan karena terserang penyakit, Anda harus membuang bagian daun tersebut agar tidak menyebar ke daun lainnya. Daun juga haus dijaga agar tidak sampai tertimbun tanah, karena akan menyebabkan pembusukkan akibat jamur atau cendawan. Penyemprotan pestisida hanya boleh dilakukan bila serangan hama dan penyakit cukup mengganggu.