Budidaya Bonsai

Budidaya
Pada prinsipnya, Anda dapat membonsaikan tanaman apapun (APA PUN!) selama tanaman tersebut berkayu. Bahkan pohon jeruk pun bisa jika Anda ingin. Namun membentuk bibit bonsai dari biji memang memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, perkembangbiakan bonsai secara generatif tidak terlalu digemari para pebisnis bonsai.

Beberapa teknik yang sering digunakan untuk memperbanyak bonsai adalah dengan pemotongan bagian vegetatif dan layering. Kedua cara ini digemari para pebisnis bonsai karena relatif cepat dan mudah. Anda bisa memotong percabangan bonsai, kemudian menanamnya pada media tumbuh yang sesuai untuk menghasilkan bonsai baru.

Ranting bonsai yang dipotong harus cukup tebal dan kokoh agar bisa menjadi anakan baru yang cantik. Jika ranting yang Anda potong berasal dari bonsai yang telah cukup tua, maka anakannya pun akan memiliki kesan setua induknya, dan ini merupakan nilai plus tersendiri bagi bonsai Anda. Memang pemunculan akar dari ranting yang sudah tua lebih lama jika dibandingkan dengan ranting yang masih muda. Namun, tidak ada salahnya mencoba bukan? Anakan hasil potongan harus dibiarkan tumbuh sekitar 6 bulan terlebih dahulu, baru Anda boleh mem-bonsainya.

Teknik perbanyakan bonsai yang kedua adalah dengan layering. Teknik ini mirip dengan cangkok, yaitu membiarkan ranting membentuk akar selama masih menempel pada induknya. Prosedurnya pun dapat dilakukan dengan cara cangkok biasa, yaitu mengupas kulit kayu pada bagian yang ingin dijadikan anakan baru, menyelimutinya dengan media lalu dibungkus plastik. Cangkokan ini disiram teratur hingga muncul akar.

Jika akar telah tumbuh, Anda boleh memindahkan anakan tersebut ke media yang terpisah dari induknya. Biasanya bagian yang dicangkok adalah cabang yang cukup tebal agar anakan bonsai tumbuh seindah bonsai induknya dengan kokoh. Anda juga dapat melakukan cangkok bonsai pada bagian akar atau tunas.

Teknik lainnya yang cukup umum digunakan adalah menyambung beberapa jenis bonsai untuk menghasilkan varian baru. Misalnya bonsai spesies A akan disambungkan dengan spesies B. Ranting bonsai A dipotong, sementara kulit kayu bonsai B dikupas pada bagian yang ingin disambungkan. Tempelkan potongan bonsai A pada bagian bonsai B yang telah dikupas, bungkus dengan plastik yang telah diberi semprotan hormone agar kedua bagian cepat menyatu.

Kultur bonsai juga bisa didapatkan dengan potongan daun. Namun, cara ini tidak selalu berhasil pada semua spesies. Tanyakan terlebih dahulu pada orang yang lebih ahli, apakah bonsai Anda cocok untuk dikultur dari potongan daun atau tidak. Apapun teknik yang Anda gunakan, selalu berhati-hatilah dalam membiakan bonsai Anda. Anda harus SABAR! Jangan tergesa-gesa karena tanaman ini begitu sayang untuk di-’lewat’-kan hanya karena ketidak sabaran Anda, OK! Semoga berhasil

6 thoughts on “Budidaya Bonsai

  1. saya punya tanaman bonsai jenis panggang (bonsai Indonesia), bagi saya tanaman itu cukup menarik…. namun dalam segi pemasaran yang belum kami ketahui lebih detail lagi

  2. bagaimana membentuk tanaman bonsai agar menjadi lebih indah dan menari perhatian orang banyak????

  3. kami memiliki beberapa bonsai namun kami tidak cara pemasarannya dan adakah tempat untuk pemasaran ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>