Budidaya Kaktus

Budidaya
Kaktus bisa diperbanyak dengan cara memotong cabang, atau dengan menanam tunas baru. Tunas yang tumbuh harus dipatahkan dari tanaman induk, kemudian dibiarkan kering selama 2 minggu untuk meyembuhkan luka patahan yang terbentuk.

Setelah lukanya sembuh benar (Anda dapat mengetahuinya dengan melihat apakah ada jaringan baru yang menutupi patahan tunas tersebut), tanam tunas kaktus pada media kering. Tunas kaktus jangan dibenamkan terlalu dalam dalam media, cukup 2-4 cm saja yang ada di dalam tanah.

Jika Anda ingin memperbanyak kaktus dari bagian batang, maka gunakan pisau yang bersih dan tajam untuk memotong batangnya. Jika Anda memotong batang kaktus lurus (tidak bercabang) yang panjang menjadi beberapa bagian, maka tandailah mana yang bagian atas dan mana yang sebelah bawah. INGAT: jangan sampai terbalik.

Bagian yang nantinya akan dibenam dalam tanah adalah bagian bawah. Kaktus tidak akan tumbuh jika Anda membenamkan bagian atasnya dalam tanah. Tips agar Anda tidak sulit mengingat bagian yang Anda potong adalah dengan membuat potongan lurus untuk bagian atas, dan sedikit miring pada bagian bawah.

Jika Anda memotong kaktus yang bercabang, maka potonglah pada bagian percabangannya. Atau jika kaktus Anda termasuk jenis yang berbuku-buku (seperti beberapa jenis Notocactus) maka potonglah pada bagian buku-bukunya.

Masalah utama yang mungkin akan Anda temukan dalam pemotongan kaktus adalah tangan terluka karena duri yang tajam. Maka berhati-hati dan selalu sediakan antiseptik. Masalah kedua adalah pembusukan pada bagian bawah potongan akibat tumbuhnya jamur. Jamur yang tumbuh ini bisa sangat ganas menggerogoti potongan bibit yang telah Anda sediakan hingga menjadi potongan kecil berlendir yang menjijikkan.

Ada dua cara untuk menghindari tumbuhnya jamur pada potongan kaktus Anda. Pertama, setelah dipotong simpanlah potongan batang kaktus selama 2 minggu pada tempat yang kering, seperti yang Anda lakukan pada tunas kaktus.

Sebenarnya waktu pengeringan tersebut relatif, tergantung pada ukuran potongan yang Anda buat. Semakin besar potongan kaktusnya, maka semakin lama pula mereka harus dibiarkan kering. Yang harus Anda perhatikan adalah jangan sampai potongan kaktus menciut dan bentuknya jelek, karena kalau sudah begitu berarti masa pengeringan terlalu lama.

Pengeringan yang terlalu lama juga dapat merusak kaktus Anda. Selama masa pengeringan tersebut, akan tumbuh kalus yang dapat memperkuat jaringan potongan kaktus sehingga tidak rawan jamur.

Cara yang kedua untuk menjauhkan jamur dari potongan kaktus Anda adalah dengan cara membenamkan potongan segar dalam tanah yang diberi pupuk sulfur. Kandungan sulfur dapat menjauhkan jamur-jamur dari bibit kaktus Anda. Jangan siram potongan tersebut selama satu minggu. Setelah seminggu, barulah Anda boleh memindahkan potongan kaktus ke media baru.

Cara Merawat Kaktus

Cara merawat
Merawat kaktus itu mudah tapi tricky. Anda tidak boleh sering-sering menyiram kaktus kesayangan, karena justru kelebihan air bisa membuat ia mati. Seringkali pemilik kaktus mendapati kaktusnya mati membusuk karena batangnya yang jenuh akan air akibat terlalu sering disiram. Seminggu sekali adalah jumlah yang cukup di musim kemarau, dan jangan terlalu basah menyiram tanahnya. Siram kaktus Anda ketika medianya telah kering benar, lalu setelah disiram biarkan lagi hingga kering baru disiram kembali. Jika sudah kering berarti kaktus tersebut minta air lagi.

Anda tentu tidak harus menyiram setiap hari. Nah, di musim penghujan Anda cukup menyiram kaktus sebulan sekali, dan INGAT: masukan kaktus jika hujan terlalu deras! Jangan pernah membiarkan pot kaktus Anda tergenang air, karena bisa menyebabkan pembusukan pada akar. Frekuensi penyiraman juga bergantung pada jenis dan ukuran pot. Kaktus pada pot keramik perlu lebih sering disiram daripada kaktus yang ditanam di pot plastik atau tanah liat. Demikian pula halnya dengan kaktus pada pot kecil harus lebih sering disiram daripada pot besar.

Jika Anda ingin mempercantik warna kaktus Anda, kuncinya ada pada pencahayaan. Kalau ingin menumbuhkan kaktus yang menonjol durinya atau kaktus yang terlihat seperti berbulu, maka sering-seringlah kaktus Anda dijemur matahari. Kalau ingin kaktus yang mulus, lunak, dan terlihat seperti daun yang kaku (misalnya pada Opuntia) maka jangan sering-sering dibiarkan di bawah matahari.

Kaktus tidak memerlukan pupuk yang bermacam-macam. Pupuk kompos biasa saja sudah cukup untuk menutrisi kaktus Anda. Anda juga boleh menyemprotkan pupuk cair setiap sebulan sekali. Selalu perhatikan kaktus Anda dari cacing dan serangga. Anda dapat menggunakan insektisida untuk mengusir serangga. Poleskan insektisida dengan kuas pada badan kaktus Anda secara merata. Konsultasikan terlebih dahulu mengenai merek insektisida apa yang baik bagi kaktus Anda. Jika serangga menyerang akar kaktus, maka buang semua media kemudian cuci akar kaktus lalu semprot insektisida. Kemudian bilas akar, keringkan, pindahkan ke media baru.

Cara Menanam Kaktus

Cara menanam
Langkah pertama untuk menanam kaktus adalah membeli bibit kaktus yang sehat. Kaktus yang sehat adalah yang duri-durinya sempurna (tidak ada yang patah), batangnya tidak memar, dan arah tumbuhnya tegak lurus (tidak miring-miring dan seimbang). Anda bisa membeli kaktus di toko-toko tanaman hias atau nurseri-nurseri terdekat. Belilah bibit yang berusia minimal 3 bulan.

Setelah Anda mendapatkan calon kaktus terbaik, tanamlah ia dalam media tanah sekam atau tanah berpasir. Jika Anda membeli jenis kaktus berbatang tinggi seperti Cerevius, maka ukuran pot tempat menanamnya sebaiknya setinggi ½ tanaman Anda. Jika Anda membeli kaktus berbatang bulat seperti Echinocactus atau kaktus berbatang tipis seperti Opuntia, maka usahakan agar pot tempat menanamnya berdiameter 5-10 cm lebih besar dari ukuran kaktus Anda.

Sebelum menanam, pastikan bahwa baik pot mau pun tanah yang Anda sediakan berada dalam keadaan kering. Kemudian, semprotkan pot dengan disinfektan untuk mengusir biang penyakit yang mungkin timbul. Lakukan penanaman dengan cara biasa, pastikan tanahnya mampat dan akar sudah benar-benar terbenam dengan baik.

INGAT: tunggu satu minggu sebelum melakukan penyiraman pertama. Hal tersebut dilakukan karena umumnya jenis-jenis kaktus memiliki masa dormansi di mana ia tidak membutuhkan air. Pemberian air segera setelah penanaman hanya akan meyebabkan pembusukan akar kaktus. Selain itu, lakukanlah penggantian pot atau tanah secara berkala setiap 1 tahun sekali.

Umumnya, terdapat dua tipe tanaman kaktus yaitu kaktus yang menyukai matahari atau sebaliknya, kaktus yang menyukai tempat gelap. Jangan lupa tanyakan termasuk tipe yang mana kaktus Anda saat membeli di nurseri tanaman hias. Kedua tipe tersebut tidak butuh suhu yang aneh-aneh kok. Iklim negara kita ini cocok bagi pertumbuhan kaktus. Anda cukup mengingat hal ini: Saat kemarau tidak apa dibiarkan lama-lama di luar rumah, saat sering hujan pindahkan agar tidak kehujanan. Kasus kematian kaktus yang sering terjadi disebabkan karena pembusukan oleh guyuran hujan. Continue reading

Tanaman AGLAONEMA

aglaonema_blushAglaonema yang juga dikenal dengan nama sri rejeki merupakan anggota family Araceae, satu kelompok dengan tanaman keladi.  Tanaman hias daun ini memiliki 40 jenis, tiga di antaranya yang menjadi favorit pecinta tanaman hias adalah Aglaonema costatum, Aglaonema modestum, dan Aglaonema crispum.  Aglaonema ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis seperti di kawasan Asia Tenggara, India, dan Cina.

Habitat alaminya adalah rawa-rawa dan hutan hujan.  Sri rejeki termasuk dalam kelompok tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian 20-150 cm.  Daunnya tersusun berselang-seling pada batang, berbentuk bulat-lonjong, dan memiliki variasi warna dari merah hingga putih-hijau.  Getah dari beberapa jenis Aglaonema ada yang mengandung racun.  Racun tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan peradangan pada bibir, lidah, tenggorokan jika terminum.  Aglaonema sangat terkenal sebagai tanaman hias karena tanaman ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai variasi lingkungan dan mudah ditumbuhkan.

Tanaman ini dapat menyesuaikan diri dengan berbagai intensitas cahaya, tidak membutuhkan perhatian ekstra keras dalam perawatannya, dan relatif memiliki daya tahan tinggi terhadap hama.  Sebagian orang Asia (termasuk Cina, Thailand, dan Indonesia) percaya bahwa Aglaonema dapat mendatangkan keberuntungan dan rejeki.  Aglaonema memiliki beberapa varian yang cukup menarik seperti snow white, legacy, cochine, lipstick, dan widuri.  Snow white adalah varian sri rejeki yang memiliki ciri-ciri daun berwarna putih dengan corak-corak hijau yang tersebar rata di permukaannya.

Legacy memiliki daun berwarna hijau dengan dominasi corak berwarna merah yang mengikuti alur tulang daun.  Sementara, lipstick memiliki pola warna merah mengelilingi tepi daunnya (jadi seperti bibir yang memakai lipstick).  Cochine merupakan sri rejeki berdaun merah atau warna tembaga.